"Sekali merdeka, tetap merdeka!"
17 Agustus 1945 ยท Hari Kemerdekaan Indonesia
Naskah bersejarah yang dibacakan Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, pada pukul 10.00 WIB.
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia,
Rangkaian momen penting yang mengantar Indonesia menuju pintu kemerdekaan.
Semangat yang diwariskan para tokoh bangsa untuk generasi penerus.
Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.
Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Merdeka hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad merdeka.
Kita tunjukkan bahwa kita memang benar-benar bangsa yang ingin merdeka. Kalau perlu, kita ganti dengan cara yang lain.
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!
Selama hayat masih dikandung badan, kita tetap berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.
Kemeriahan yang selalu dinantikan: dari balapan karung sampai panjat pinang.
Batang pinang dilumuri oli, hadiah menanti di puncak. Butuh kerja sama tim!
Melompat dalam karung menuju garis finis, penuh tawa dan semangat.
Membawa kelereng di atas sendok tanpa jatuh. Butuh keseimbangan ekstra!
Kerupuk digantung tinggi, dimakan tanpa bantuan tangan. Siapa paling cepat?
Kelereng atau air dimasukkan ke botol dari jarak jauh. Uji ketepatan!
Uji kekuatan dan kekompakan melawan tim lawan. Seru sampai detik terakhir!
Mari kita isi kemerdekaan dengan karya, persatuan, dan semangat gotong royong untuk Indonesia yang lebih maju.
Kembali ke Atas โ